Mitos dan Cerita Para Pendaki Gunung Rinjani

Mitos dan Cerita Para Pendaki Gunung Rinjani | Cerita Pendaki - Dibalik keindahan Gunung Rinjani, ada bermacam cerita mistis yang rupanya jadi konsumsi untuk mereka beberapa pendaki. Ada bermacam spot yang kabarnya jadi tempat suci sampai makhluk tak kasat mata yang ditakutkan.

Cerita Pendaki
Puncak Gunung Rinjani

Karena itu, untuk beberapa warga di tempat, Gunung Rinjani dipandang seperti lokasi yang keramat. Ingin tahu dengan cerita mistis yang terjadi di gunung termasuk paling tinggi di Indonesia ini, simak ulasannya berikut ini.

3 Mitos Gunung Rinjani Yang Populer

  • Gunung Rinjani, Tempat Tinggal Dewi Anjani

Gunung Rinjani - dianggap atau mungkin tidak, nama Rinjani adalah nama yang cantik untuk sebuah gunung besar dan gagah ini. Tetapi, harus dipahami nih - jika nama Rinjani sendiri terkait dengan figur yang tidak terlihat dengan kasat mata.

Warga Lombok di tempat yakin jika Gunung Rinjani ialah tempat di mana terdapat figur yang tidak kasat mata bersemayam. Ratu Jin Penguasa - Dewi Anjani, ialah figur yang dipercaya warga di tempat sebagai penguasa gunung dan Lombok sekelilingnya.

Tidak jauh dari Gunung Rinjani, ada sebuah kawah namanya Segara Muncar, yang dipercaya oleh beberapa warga di tempat sebagai istana si ratu. Istana ini konon dapat nampak dengan mata telanjang pada saat tertentu.

Mitosnya bila ada orangyang berkeluh kesah mengenai satu hal di Puncak atau saat menjejaki jalan Gunung Rinjani akan diijabahi. Misalkan bila cemas akan terjadi hujan, karena itu hujan itu justru akan turun dengan derasnya.

Salah satunya pendaki pernah menceritakan mengenai nasib apesnya saat berkeluh kesah di Rinjani. Dia menceritakan jika dia sedang hamil saat mendaki Rinjani. Awalannya dia percaya dapat menuntaskan pendakiannya, tetapi di tengah-tengah jalan dia cemas akan janinnya. Sampai pada akhirnya dia alami keguguran di tengah-tengah perjalanannya dan sempat tidak sadarkan diri. Saat sebelum alami keguguran, dia sempat berasa seperti dituruti oleh makhluk lembut yang membidik janinnya hingga dia kesusahan untuk berjalan.

  • Mitos Usia di Danau Segara Anak
    Cerita Pendaki
    Danau Segara Anak Gn. Rinjani

Mitos yang ini juga populer dan cukup terkenal di kelompok beberapa petualang. Gunung Rinjani adalah gunung paling komplet keelokan alamnya. Hal itu nampak dari danau atau segara yang dari kawahnya sebagai salah satunya object penjelajahan yang cantik.

Tiap tahun ada upacara tertentu yang dilaksanakan warga di tempat di Segara Anak. Itu sebab tempat ini dipandang suci dan sakral oleh masyarakat seputar atau beberapa Suku Sasak. Sebab kesuciannya, siapa saja yang berenang di danau Segara Anak ini akan alami kemalangan bila tujuannya jelek. Makhluk penunggu danau akan murka dan menggeretnya ke danau.

Kawah, atau danau yang berada di Gunung Rinjani ialah Danau Segara Anak. Belum terang kenapa dinamakan semacam itu, yang pasti keelokan alam yang berada di Danau Segara Anak ini betul-betul mengagumkan. Danau ini mempunyai gunung berapi kecil. Gunung itu namanya Gunung Bau-bau.

Danau Segara Anak memiliki mitos usia. Untuk beberapa pendaki atau petualang - atau siapa saja yang tiba ke situ dan menyaksikan Danau Segara Anak ialah danau yang luas karena itu dipercayai usia orang yang menyaksikan itu akan panjang.

Kebalikannya, bila orang itu menyaksikan Danau Segara Anak di Gunung Rinjani ini sempit, karena itu dipercayai usia lo telah dekat sama sebuah akhir.

  • Mistis Area Mata Air Aik Kalak

Sesungguhnya mata air aik kalak ialah lokasi yang pas untuk merilekskan badan dari perjalanan mendaki Gunung Rinjani. Di sini ada mata air panas yang kerap dipakai untuk merendam beberapa pendaki.

Dibalik kehangatannya, mata air panas ini sesungguhnya ialah mata air yang dikeramatkan warga di tempat. Dulu tempat ini dipakai untuk mencoba pusakanya di mana air di situ dipandang dapat mengobati penyakit.

Tetapi banyak kasus kematian pelancong di sumber mata air ini. Diantaranya ialah kasus kematiannya pendaki pada tahun 2016 di mana salah satunya yang selamat akui berasa digeret makhluk lembut saat mandi di situ.

Cerita Mistis Pendaki di Gunung Rinjani
Cerita Pendaki
Cerita Pendaki Gunung Rinjani

Disimpan bermacam cerita mistis pendakian Gunung Rinjani dimulai dari derap cara pasukan sampai intimidasi dari figur wanita berpakaian putih yang seringkali menghantui beberapa pendaki. Berikut beberapa cerita mistis dari Gunung Rinjani diambil dari kesaksian pengalaman beberapa pendaki.

  • Jalur yang hilang

Kelompok pendaki menangguhkan niat untuk ke arah puncak Gunung Rinjani sebab cuaca tidak sedang berteman. Saat mulai menuruni Gunung Rinjani, on time maghrib sampai juga mereka di Pos 3 untuk istirahat saat sebelum meneruskan perjalanan ke Pos Bayang-bayang. Jarak di antara Pos 3 dan Pos Bayangan tidak begitu jauh, hingga tidak lama mereka segera meneruskan perjalanan ke arah Pos Bayangan. Saat datang di papan pertanda jalur ke arah Pos Bayangan Gunung Rinjani suatu hal yang aneh terjadi, jalur berbentuk jalan setapak yang sempat dilalui tidak lebih dari satu hari awalnya lenyap. Ini pasti susah diolah akal sehat sebab benar-benar mustahil semak belukar tumbuh melebat tutupi jalan setapak cuman dalam kurun waktu satu hari. Sebab bingung, kelompok pendaki ini selanjutnya kembali pada Pos 3 untuk minta dana untuk salah seorang Potter untuk memperlihatkan jalan alternative. Saat kelompok dan Potter kembali ke arah papan pertanda ke arah Pos Bayangan, entahlah mengapa jalur yang sempat raib itu kembali ada.

  • Rintih anak ayam dan intimidasi si kuntilanak

Narasi berawal saat seorang pendaki memilih untuk menginap dengan membangun tenda di Pos Bayangan Gunung Rinjani. Di tengah-tengah malam yang gelap pekat mendadak kedengar suara ciak anak ayam seringkali. Suara anak ayam makin lama stop, selanjutnya bertukar suara ketawa seorang wanita yang cukup menakutkan. Suara kedengar cukup terang dan lama di atas sebuah pohon besar disamping tenda. Kabur nampak dari dalam tenda di bagian bawah pohon ada seorang berpakaian putih dengan status memungungi.

  • Derap kaki tanpa wujud

Peristiwa ini terjadi di Pos Bayangan di saat pagi buta. Seorang pendaki yang menginap dengar suara derap langkah kaki lebih dari sepuluh orang awalnya kedengar kabur, tetapi makin lama jadi makin terang seakan derap langkah kaki itu ke arah tenda pendaki. Sebab ingin tahu si pendaki memilih untuk meastikan suara itu, saat buka tenda rupanya tidak ada seorang juga di luar dan suara derap langkah kaki langsung juga lenyap.