Sejarah Letusan Gunung Papandayan Hingga Terbentuknya Hutan Mati

Sejarah Letusan Gunung Papandayan Hingga Terbentuknya Hutan Mati
Sejarah Letusan Gunung Papandayan Hingga Hutan Mati

Sejarah Gunung Papandayan, Gunung Yang Memiliki Hutan Mati | Cerita Pendaki - Gunung Papandayan merupakan salah satu gunung api strato terbesar yang berada di Kecamatan Cusurupan, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Gunung papandayan memiliki ketinggian sekitar 2665 meter diatas permukaan laut. Gunung ini terletak sekitar 70 km di sebelah tenggara kota Bandung. 

Ada beberapa kawah yang terkenal di sekitaran gunung papandayan seperti Kawah Mas, Kawah Nangklak, Kawah Baru dan Kawah Manuk. Secara umum, semua kawah akan mengeluarkan uap dai bagian sisi dalamnya.

Topografi dalam kawasan gunung ini sangatlah curam, memiliki bukit dan memiliki sebuah tebing yang kondisinya sangat terjal. Berdasarkan klasifikasi yang dilakukan Ferguson dan Schmidt, gunung salak memiliki type iklim B dengan curah hujan rata-rata 3.000 mm/thn. Gunung salak memiliki kelembabam udara sekitar 70 – 80 % dan temperaturnya sekitar 10 °C. 

Sejarah Terbentuknya Hutan Mati Gn. Papandayan

Menurut riwayatnya, hutan mati ini dibuat dari letusan maha hebat dari Gunung Papandayan yang terjadi pada beberapa ratus tahun lalu. Letusan Gunung Papandayan yang terjadi di tanggal 11 sampai 12 agustus 1772 itu menyebabkan empat desa disekitaran gunung rata dengan tanah.

Disamping itu, sekitaran tiga ribu warga disekitaran gunung ikut juga terpendam di danau vulkanik, bahkan juga hewan piaraan terserang imbas dari letusan itu. Seorang wartawan luar negeri sempat menggambarkan peristiwa meledaknya Gunung Papandayaan dan dicatat dalam bukunya yang dengan judul Alami Disaster.

Hingga jika sepintas dirasa, teritori hutan mati ini kelihatan sedikit cukup menyeramkan dan menakutkan. Tetapi disamping lainnya, hutan mati ini menyajikan panorama yang mengagumkan unik dengan beberapa ratus pohon tipe cantigi warna hitam yang tumbuh di atas material lumpur dari kawah gunung.

Disamping itu, kamu akan dimanja dengan cantiknya tanah pasir putih yang terbentang luas disekelilingnya, ditambah lagi kabut tipis yang tiba di wilayah ini. Kadang-kadang, kamu akan menghirup bau belerang yang dari kawah Gunung Papandayan bersatu dengan udara sejuk ciri khas pegunungan.

Sejarah Letusan Gunung Papandayan
Sejarah Letusan Gunung Papandayan Hingga Hutan Mati
Sejarah Gunung Papandayan Hingga Hutan Mati

Gunung papandayan sudah tercatat pernah mengalami beberapa kali meletus diantaranya pada tanggal 12 Augustus 1772, 11 Maret 1923, 15 Agustus 1942 dan terakhir di tanggal 11 November 2002. Letusan paling besar terjadi pada letusan pertama tanggal 12 Augustus 1772.

Pada letusan pertama tersebut, setidaknya ada 40 desa yang terkena dampak letusan dan letusan tersebut menewaskan sekitar 2957 orang. Pada dasarnya, daerah yang tertutup dengan longsoran mencapai 10 km dan lebarnya sekitar 5 km.  

Pada tanggal 11 Maret 1923 terjadi beberapa kali erupsi yang sangat dahsyat dan 7 kali erupsi terjadi di kawah yang baru, namun awalnya dimulai dengan adanya gempa yang berpusat di Cisurupan.  

Suhu di kawah mas mengalami peningkatan dari 364 derajat Celsius ke 500 derajat Celcius dan peningkatan suhu tersebut terjadi di tanggal 25 Januari 1924. Kawasan hutan mengalami kehancuran akibat adanya letusan lumpur dan batu yang terjadi di kawah baru dan kawah mas.  

Sedangkan letusan lumpur pernah terjadi di Kawah Nangklak pada tanggal 21 Februari 1925 dan sempat juga terjadi letusan kecil di kawah mas pada tahun 1926.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau PVMBG menetapkan status waspada pada gunung papandayan sejak bulan April 2006 dan peningkatan status dilakukan sejak adanya peningkatan pada aktivitas seismik

Pada tanggal 7 sampai 16 April 2008 sempat terjadi peningkatan 2 suhu di 2 kawah sekaligus yaitu di kawah mas dan di kawah balagadama. Namun saat itu tingkat ph malah berkurang dan adanya peningkatan mineral yang lumayan signifikan. Pada tanggal 28 Oktober 2010, gunung papandayan ditingkatkan kembali statusnya menjadi level 2.

Cara Berkunjung ke Gunung Papandayan
Sejarah Letusan Gunung Papandayan Hingga Hutan Mati

Para pendaki yang berasal dari Jakarta, Bandung, Bogor dan sekitarnya sangatlah mudah untuk bisa datang ke gunung papandayan. Pendaki tinggal berangkat menuju terminal guntur yang berada di garut dan bisa langsung melakukan perjalanan menuju kaki gunung papandayan.

Jika para pendaki berhasil tiba di terminal pada dini hari, maka bisa langsung menggunakan angkot atau minibus untuk menuju ke pertigaan pasar cisurupan. Setelah itu bisa lanjutkan perjalanan menggunakan mobil pickup yang sengaja menjadi angkutan para pendaki. 

Jika mobil sudah penuh, maka mobil pickup angkat berangkat. Biaya sewa naik mobil pickup adalah Rp 20.000 sampai 30.000 per orang. Dengan menyewa pickup, maka pendaki tinggal menunggu sampai di kaki gunung.

Apabila para pendaki menggunakan kendaraan pribadi, tentu akan lebih mudah untuk mendekati gunung papandayan. Pendaki bisa langsung saja berkunjung ke kaki gunung, karena area parkir kendaraan yang tersedia sangatlah luas.

Untuk melakukan pendakian ke gunung papandayan tidaklah mahal, karena tiket masuknya hanyalah Rp 35.000 per orang dan untuk biaya parkir kendaraannya sekitar Rp 30.000 per orang. Keamanan parkir kendaraan sangatlah tinggi, karena pengamanan ketat selalu dilakukan pihak pengelola.

Itulah bahasan lengkap mengenai sejarah gunung papandayan dan semoga semua bahasannya bisa bermanfaat untuk para pembacanya.